KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
213. Innosensius VIII (1484-1492)
Innosensius lahir di Genoa pada tahun 1432 dengan nama Giovanni Baptista Cybo. Riwayat tugas gerejawinya dimulai terlambat sesudah hidup berfoya-foya dan berpelesiran. Pemilihannya adalah hasil kompromi dan intrik. Sesudah terpilih menjadi paus pada 12 September 1484, perhatiannya yang pertama adalah mengakui dua anak haram, Teodorina dan Franceshetto dan melindungi mereka secara istimewa. Perlakuan yang pada waktu itu dianggap skandal, rupanya cukup ditolerir dengan baik oleh masyarakat pada masa itu. Penguasaan kembali orang Kristen atas Granada, benteng Arab terakhir di Eropa, menempatkan paus pada posisi gembira sehingga ia menganugerahkan title Katolik atas Ferdinand, Raja Spanyol.
Paus Innosensius menerima sebuah hadiah berupa tombak yang telah menembus tulang rusuk Kristus, yang kini disimpan di Basilika St. Petrus. Dia menghabiskan seluruh keuangan Gereja untuk memuaskan ketamakan Kuria yang mengontrolnya sedemikan rupa, sehingga dia tidak dapat berbuat apapun untuk menolak mereka. Namanya dihubungkan secara buruk pada sebuah dokumen yang ia tandatangani atas permintaan para inkuisitor di Jerman yang memburu seorang tukang sihir.
Dia mengutuk Pico della Mirandola sebagai seorang bidah dan melarang dia mendiskusikan 900 poin ajarannya. Filsuf itu telah mengembangkan hipotesa tentang reformasi gerejawi yang kaku dan menyatakan bahwa tidak meungkin mendasarkan iman Kristiani pada filsafat klasik itu. Bagaimanapun juga Innosensius seorang Renaisans dank arena itu terbuka pad aide-ide ilmiah. Dialah orang pertama yang dikenal menjalani transfuse darah sebagai upaya untuk pemulihan penyakit fisiknya. Innosensius wafat pada 25 Juli 1492.
|